Pages

Kamis, 23 Desember 2010

Perbaikan UTS Jaringan Komputer Lanjut

[ Jawaban (perbaikan) UTS Jarkom Lanjut ]
Nama : Hany Yusnitasari
Kelas : 4IA13
NPM : 50407399

Dik :
Netmask 172.16.x.0/16, Jadi : Netmask 172.16.22.0/16  (x menjadi nomor absen saya)
HRD               = 20 PC
Finansial          = 15 PC
IT                    = 12 PC
Marketing        = 25 PC

Ditanyakan :
Tentukan VLSM-nya?

Jawab :
Skema :

Untuk VLSM HRD
pertama kali yang harus kita lakukan adalah menambahkan host pada jaringan tersebut dengan broadcast dan networknya.

= 20+1+2 (1 adalah router, dan 2 adalah broadcast+network)
HRD = 23
= 23 (lalu konversikan ke biner), sehingga menjadi : 10111.
Pada bilangan biner (10111) tersebut, terdiri dari 5 digit.
Maka dalam hal ini, subnet mask adalah :
11111111.11111111.11111111.11100000 angka 0 sebanyak 5 digit. (/27)
Atau :
255.255.255.224
IP Total = 2^n (dimana n adalah 5 (dari banyaknya digit pada biner 10111)).
Maka IP Total adalah 2^5 = 32
IP Total dikurang 2 untuk broadcast dan gateway sehingga menjadi 30

Untuk VLSM Finansial
pertama kali yang harus kita lakukan adalah menambahkan host pada jaringan tersebut dengan broadcast dan networknya.

= 15+1+2 (1 adalah router, dan 2 adalah broadcast+network)
Finansial = 18
= 18 (lalu konversikan ke biner), sehingga menjadi : 10010.
Pada bilangan biner (10010) tersebut, terdiri dari 5 digit.
Maka dalam hal ini, subnet mask adalah :
11111111.11111111.11111111.11100000 -> angka 0 sebanyak 5 digit. (/27)
Atau :
255.255.255.224
IP Total = 2^n (dimana n adalah 5 (dari banyaknya digit pada biner 10010)).
Maka IP Total adalah 2^5 = 32
IP Total dikurang 2 untuk broadcast dan gateway sehingga menjadi 30
Untuk VLSM IT
pertama kali yang harus kita lakukan adalah menambahkan host pada jaringan tersebut dengan broadcast dan networknya.

= 12+1+2 (1 adalah router, dan 2 adalah broadcast+network)
IT = 15
= 15 (lalu konversikan ke biner), sehingga menjadi : 1111.
Pada bilangan biner (1111) tersebut, terdiri dari 4 digit.
Maka dalam hal ini, subnet mask adalah :
11111111.11111111.11111111.11110000 -> angka 0 sebanyak 4 digit. (/28)
Atau :
255.255.255.240
IP Total = 2^n (dimana n adalah 4 (dari banyaknya digit pada biner 1111)).
Maka IP Total adalah 2^4 = 16
IP Total dikurang 2 untuk broadcast dan gateway sehingga menjadi 14

Untuk VLSM Marketing
pertama kali yang harus kita lakukan adalah menambahkan host pada jaringan tersebut dengan broadcast dan networknya.

= 25+1+2 (1 adalah router, dan 2 adalah broadcast+network)
Marketing = 28
= 28 (lalu konversikan ke biner), sehingga menjadi : 11100.
Pada bilangan biner (11100) tersebut, terdiri dari 5 digit.
Maka dalam hal ini, subnet mask adalah :
11111111.11111111.11111111.11100000 -> angka 0 sebanyak 5 digit. (/27)
Atau :
255.255.255.224
IP Total = 2^n (dimana n adalah 5 (dari banyaknya digit pada biner 11100)).
Maka IP Total adalah 2^5 = 32
IP Total dikurang 2 untuk broadcast dan gateway sehingga menjadi 30

Maka jika ditulis didalam tabel menjadi seperti tabel dibawah ini :

Selasa, 21 Desember 2010

Membuat icon blog di address bar (Blogspot)

Pelajaran selanjutnya yang saya dapatkan yaitu membuat icon pada blog saya sendiri hahaha cool, ini sangat gampang sekali twisted Tinggal upload icon yang telah dipilih, bisa dari google, atau photobucket tapi syaratnya jangan melebihi 35x35 px ya.. razz
Dibawah ini adalah langkah-langkahnya:

Cara membuat tulisan berjalan pada taskbar blog

Seperi halnya saya, banyak tugas yang mewajibkan posting di blog lalu dari sanalah saya ingin memodif sedikit demi sedikit blog saya dengan mencari bagaimana cara membuat tulisan berjalan pada taskbar blog, lalu berhasil (setelah mencari di google)

dibawah ini adalah step by step-nya ^^menari


SII (Strategy of Information Integration)

Dalam penulisan kali ini saya akan membahas tentang SII yaitu strategi yang diselaraskan atau untuk mengintegrasikan Informasi. Misalnya saja dalam suatu perusahaan pasti ada saja masalah tentang informasi. Strategi itu harus bersamaan dengan metode yang ada, dan SII disini untuk menyelesaikan integrasi sistem yang mungkin ada yang tidak berhasil. Strategi sangat perlu karena tanpa adanya suatu strategi bisa saja menemui jalan buntu, saya beri contoh kecil sekarang sedang musimnya liga AFF Timnas Indonesia tidak mungkin tidak memakai strategi untuk bisa juara, jika tidak memakai strategi para pemain akan kesusahan memikirkan dimana posisi mereka bisa-bisa kebobolan. Begitu juga dalam perusahaan agar tidak mentok atau tidak buntu perlu adanya SII. 

Selasa, 07 Desember 2010

Kuis v-class Jaringan komputer Lanjutan (Tes Akhir)


Jawaban kuis Jaringan Komputer Lanjutan :

1. Service yang cara kerjanya mirip dengan mengirim surat adalah :
a. Connection Oriented
2. Nama lain untuk Statistical Time Division Multiplexing (TDM) adalah :
b. Synchronous TDM
3. Hubungan laju transmisi data dengan lebar pita saluran transmisi adalah :
d. Semua jawaban salah
4. Teknik encoding Bipolar-AMI dan Pseudoternary termasuk dalam teknik :
a. Multilevel Binary
5. Jika dua frame ditransmisikan secara serentak maka akan menyebabkan terjadinya tubruklan. Kejadian ini dalam jaringan     dikenal dengan istilah :
c. Crash
6. Salah satu protocol CSMA yang tidak terus menerus mendengarkan channel adalah :
d. CSMA/CD
7. Salah satu protocol yang bebas dari tubrukan adalah :
c. Carrier Sense
8. Selective Repeater merupakan istilah lain dari :
a. Router
9. Dalam pemeliharaan ring logis 802.4, frame kontrol yang bertugas untuk mengijinkan suatu stasiun untuk meninggalkan ring adalah :
c. Token
10. Algoritma yang digunakan untuk menghindari kemacetan adalah :
b. Flow Control
11. Algoritma routing yang menggunakan informasi yang dikumpulkan dari subnet secara keseluruhan agar keputusannya optimal adalah :
d. Algoritma Terdistribusi
12. Keuntungan multiplexing adalah :
b. Komputer host hanya memerlukan satu I/O port untuk banyak terminal
13. Jenis kabel UTP digunakan untuk jaringan Ethernet :
c. 10BaseT
14. Suatu algoritma routing yang tidak mendasarkan keputusan routingnya pada kondisi topologi dan lalulintas saat itu adalah :
a. Non adaptive
15. Data/message yang belum dienkripsi disebut dengan :
a. Plaintext
16. Algoritma Kontrol Kemacetan yang menjaga jumlah paket tetap konstan dengan menggunakan permits yang bersirkulasi dalam subnet adalah :
c. Pra Alokasi Buffer
17. Sekumpulan aturan yang menentukan operasi unit-unit fungsional untuk mencapai komunikasi antar dua entitas yang berbeda adalah :
c. Protokol
18. Algoritma yang digunakan oleh transparent bridge adalah :
b. Backward Learning atau b.( LEARNING) / jawaban yang bener ( spanning tree)
19. Dalam model OSI internetworking membagi lapisan network menjadi beberapa bagian, kecuali
a. Intranet sublayer
20. Teknik time domain reflectometry digunakan pada standard IEEE:
b. 802.3
21. Suatu cara yang mempunyai kemampuan untuk menyedian privacy, authenticity, integrity dan pengamanan data adalah :
a. Enkripsi
22. Tujuan adanya jaringan komputer adalah…..
d. Semua jawaban benar
23. Mengontrol suapaya tidak terjadi deadlock merupakan fungsi dari lapisan :
a. Network Layer
24. Frame yang terjadi apabila suatu stasiun mentransmisikan frame pendek kejalur ring yang panjang dan bertubrukan atau dimatikan sebelum frame tersebut dikeluarkan. Frame ini disebut dengan istilah :
b. Beacon
25. Wire center digunakan pada standar :
b. 802.3
26. Komponen dasar model komunikasi adalah :
d. Semua benar
27. Di bawah ini termasuk Broadcast network :
c. Satelit
28. Paket radio termasuk golongan :
a. Broadcast
29. Di bawah ini termasuk guided media :
d. Semua benar
30. Modul transmisi yang sifatnya searah adalah :
c. TV

Rabu, 01 Desember 2010

Quiz Jarkom Lanjut

Jaringan Optik Sinkron
 
1. Komunikasi Broadband
Secara Umum, Broadband dideskripsikan sebagai komunikasi data yang memiliki kecepatan tinggi, kapasitas tinggi. Broadband menggunakan DSL, Modem Kabel, Ethernet, Wireless Access, Fiber Optik, W-Lan, V-Sat, dsb. Rentang kecepatan layanan bervariasi dari 128kbps/100mbps. Dalam Draft RPM Penataan Pita Frekuensi Radio untuk Keperluan Layanan Akses Pita Lebar Berbasis Nirkabel (Broadband Wireless Access) diusulkan definisi Broadband adalah layanan telekomunikasi nirkabel yang memiliki kemampuan kapasitas diatas kecepatan data primer “2 Mbps” (E1) sesuai ITU-R F.1399-1.

2. Keuntungan SONET
Synchronous optical network (SONET) menawarkan biaya transport yang efektif pada jaringan akses dan jaringan inti/core. Lapisan optic menyediakan layanan transport untuk aplikasi jarak jauh. Dia juga secara langsung men- support layanan data. Keuntungan SONET adalah dapat memberikan fungsionalitas yang bagus baik pada jaringan kecil, medium, maupun besar.

Jumat, 12 November 2010

Tes akhir -- VLSM (Variable Length Subnet Mask)

Diberikan skema Network seperti gambar berikut :


gambar skema jaringan / network

Dari gambar tersebut, diketahui
-> 3 buah Router ( Router0, Router1, Router2) yang dihubungkan dengankabel DCE dengan clockrate 9600.
-> 5 buah network, yaitu:
==> Management 32 host
==> HRD 16 host
==> Administrasi 8 host
==>IT 4 host
==> Sales 8 host
-> IP yang diberikan 200.200.200.0/16
Ditanya : Tentukan Subnetting IP ini dengan metode VLSM!
Jawab :


IP yang diberikan 200.200.200.0
Dibagi menjadi 5 network dengan rincian, yaitu :
Untuk Management yang terdiri dari 32 Host
è 2N– 2 >= 32, N = 6, maka net prefix berubah menjadi 32 – 6 = 26
è Range IP menjadi 200.200.200.0/26 – 200.20.0.200.63/26, dimana :
§ NID = 200.200.200.0/26
§ Host ID = 200.200.200.1/26 – 200.200.200.62/26
§ BID = 200.200.200.63/26
§ Netmask 255.255.255.192
Untuk HRD yang terdiri dari 16 Host
è 2N– 2 >= 16, N = 5, maka net prefix berubah menjadi 32 – 5 = 27
è Range IP menjadi 200.200.200.64/27 – 200.200.200.95/27, dimana :
§ NID = 200.200.200.64/27
§ Host ID = 200.200.200.65/27 – 200.200.200.94/27
§ BID = 200.200.200.95/27
§ Netmask 255.255.255.224
Untuk Sales yang terdiri dari 16 Host
è 2N– 2 >= 16, N = 5, maka net prefix berubah menjadi 32 – 5 = 27
è Range IP menjadi 200.200.200.96/27 – 200.200.200.127/27, dimana :
§ NID = 200.200.200.96/27
§ Host ID = 200.200.200.97/27 – 200.200.200.126/27
§ BID = 200.200.200.127/27
§ Netmask 255.255.255.224
Untuk Administrasi yang terdiri dari 8 Host
è 2N– 2 >= 8, N = 4, maka net prefix berubah menjadi 32 – 4 = 28
è Range IP menjadi 200.200.200.128/28 – 200.200.200.143/28, dimana :
§ NID = 200.200.200.128/28
§ Host ID = 200.200.200.128/28 – 200.200.200.142/28
§ BID = 200.200.200.143/28
§ Netmask 255.255.255.240
Untuk IT yang terdiri dari 4 Host
è 2N– 2 >= 4, N = 3, maka net prefix berubah menjadi 32 – 3 = 29
è Range IP menjadi 200.200.200.144/29 – 200.200.200.151/29, dimana :
§ NID = 200.200.200.144/29
§ Host ID = 200.200.200.145/29 – 200.200.200.150/29
§ BID = 200.200.200.151/29
§ Netmask 255.255.255.248
Maka, jika ditulis dalam tabel :


Untuk Router , dimana masing – masing memiliki 4 host (2 fast ethernet, 2 serial) maka menjadi :
è 2N – 2 >= 4, N = 3, Net prefix menjadi 32 - 3 = 29
è Range IP Router 0 menjadi 200.200.200.152/29 – 200.200.200.159/29.
è Range IP Router 2 menjadi 200.200.200.160/29 – 200.200.200.167/29.
è Range IP Router 3 menjadi 200.200.200.168/29 – 200.200.200.175/29
=> Dengan Packet Tracer, untuk mengatur router agar bisa routing melalui kabel Serial dikonfigurasi melalui CLI dengan mengatur IP dan clock rate menjadi 9600