Pages

Rabu, 09 Maret 2011

Komputasi Modern


Pendahuluan
Komputasi sebetulnya bisa diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Hal ini ialah apa yang disebut dengan teori komputasi, suatu sub-bidang dari ilmu komputer dan matematika. Selama ribuan tahun, perhitungan dan komputasi umumnya dilakukan dengan menggunakan pena dan kertas, atau kapur dan batu tulis, atau dikerjakan secara mental, kadang-kadang dengan bantuan suatu tabel. Namun sekarang, kebanyakan komputasi telah dilakukan dengan menggunakan komputer.
Secara umum iIlmu komputasi adalah bidang ilmu yang mempunyai perhatian pada penyusunan model matematika dan teknik penyelesaian numerik serta penggunaan komputer untuk menganalisis dan memecahkan masalah-masalah ilmu (sains). Dalam penggunaan praktis, biasanya berupa penerapan simulasi komputer atau berbagai bentuk komputasi lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam berbagai bidang keilmuan, tetapi dalam perkembangannya digunakan juga untuk menemukan prinsip-prinsip baru yang mendasar dalam ilmu.
Bidang ini berbeda dengan ilmu komputer (computer science), yang mengkaji komputasi, komputer dan pemrosesan informasi. Bidang ini juga berbeda dengan teori dan percobaan sebagai bentuk tradisional dari ilmu dan kerja keilmuan. Dalam ilmu alam, pendekatan ilmu komputasi dapat memberikan berbagai pemahaman baru, melalui penerapan model-model matematika dalam program komputer berdasarkan landasan teori yang telah berkembang, untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata dalam ilmu tersebut.
Sejarah Singkat
Komputasi Modern pertama kali digagasi oleh John Von Neumann. Beliau di lahirkan di Budapest, ibukota Hungaria pada 28 Desember 1903 dengan nama Neumann Janos. Karya – karya yang dihasilkan adalah karya dalam bidang matematika, teori kuantum, game theory, fisika nuklir, dan ilmu komputer. Beliau juga merupakan salah seorang ilmuwan yang sangat berpengaruh dalam pembuatan bom atom di Los Alamos pada Perang Dunia II lalu. Kepiawaian John Von Neumann teletak pada bidang teori game yang melahirkan konsep automata, teknologi bom atom dan komputasi modern yang kemudian melahirkan komputer.

Selasa, 22 Februari 2011

Format Image

Kali ini saya dan satu tim kelompok saya (Ayu, Siti, Dea, dan Achmad Fani) akan membahas mengenai format Image.


extension seperti *.JPEG , *.JPG , *.PSD , dan lainnya. Apa dan dimana letak perbedaan extension file image tersebut? Untuk lebih jelasnya dibawah ini akan dijelaskan.

PSD (Photoshop Document)
Format file ini merupakan format asli dokumen Adobe Photoshop. Format ini mampu menyimpan informasi layer dan alpha channel yang terdapat pada sebuah gambar, sehingga suatu saat dapat dibuka dan diedit kembali. Format ini juga mampu menyimpan gambar dalam beberapa mode warna yang disediakan Photoshop. Anda dapat menyimpan dengan format file ini jika ingin mengeditnya kembali.
BMP (Bitmap Image)
Format file ini merupakan format grafis yang fleksibel untuk platform Windows sehingga dapat dibaca oleh program grafis manapun. Format ini mampu menyimpan informasi dengan kualitas tingkat 1 bit samapi 24 bit. Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel serta ada kendala dalam pertukaran platform. Untuk membuat sebuah objek sebagai desktop wallpaper, simpanlah dokumen Anda dengan format file ini. Anda dapat mengkompres format file ini dengan kompresi RLE.
Format file ini mampu menyimpan gambar dalam mode warna RGB, Grayscale, Indexed Color, dan Bitmap.
EPS (Encapsuled Postcript)
Format file ini merupakan format yang sering digunakan untuk keperluan pertukaran dokumen antar program grafis. Selain itu, format file ini sering pula digunakan ketika ingin mencetak gambar. Keunggulan format file ini menggunakan bahasa postscript sehingga format file ini dikenali oleh hampir semua program persiapan cetak.
Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel, sehingga banyak pengguna Adobe Photoshop menggunakan format file ini ketika gambar yang dikerjakan sudah final.  Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Lab, Duotone, Grayscale, Indexed Color, serta Bitmap. Selain itu format file ini juga mampu menyimpan clipping path.
JPG/JPEG (Joint Photographic Expert Group)
Format file ini mampu mengkompres objek dengan tingkat kualitas sesuai dengan pilihan yang disediakan. Format file sering dimanfaatkan untuk menyimpan gambar yang akan digunakan untuk keperluan halaman web, multimedia, dan publikasi elektronik lainnya. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale. Format file ini juga mampu menyimpan alpha channel, namun karena orientasinya ke publikasi elektronik maka format ini berukuran relatif lebih kecil dibandingkan dengan format file lainnya.
GIF (Graphic Interchange Format)
Format file ini hanya mampu menyimpan dalam 8 bit (hanya mendukung mode warna Grayscale, Bitmap dan Indexed Color). Format file ini merupakan format standar untuk publikasi elektronik dan internet. Format file mampu menyimpan animasi dua dimensi yang akan dipublikasikan pada internet, desain halaman web dan publikasi elektronik. Format file ini mampu mengkompres dengan ukuran kecil menggunakan kompresi LZW.
TIF (Tagged Image Format File)
Format file ini mampu menyimpan gambar dengan kualitas hingga 32 bit. Format file ini juga dapat digunakan untuk keperluan pertukaran antar platform (PC, Machintosh, dan Silicon Graphic). Format file ini merupakan salah satu format yang dipilih dan sangat disukai oleh para pengguna komputer grafis terutama yang berorientasi pada publikasi (cetak). Hampir semua program yang mampu membaca format file bitmap juga mampu membaca format file TIF.
PCX
Format file ini dikembangkan oleh perusahaan bernama Zoft Cooperation. Format file ini merupakan format yang fleksibel karena hampir semua program dalam PC mampu membaca gambar dengan format file ini. Format file ini mampu menyimpan informasi bit depth sebesar 1 hingga 24 bit namun tidak mampu menyimpan alpha channel. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, Grayscale, Bitmpa dan Indexed Color.
PDF (Portable Document Format)
Format file ini digunakan oleh Adobe Acrobat, dan dapat digunakan oleh grafik berbasis pixel maupun vektor. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Indexed Color, Lab Color, Grayscale dan Bitmap. Format file ini tidak mampu menyimpan alpha channel. Format file ini sering menggunakan kompresi JPG dan ZIP, kecuali untuk mode warna Bitmap yaitu menggunakan CCIT.

Rabu, 12 Januari 2011

CIM (Corporate Information Management)


Apa yang ada dipikiran anda jika mendengar kata Corporate Information Management? Pasti yang dipikiran anda Informasi Manajemen dalam Perusahaan bukan? Yap, itulah yang akan saya bahas di tugas softskill kuliah saya kali ini. CIM atau Corporate Information Management pasti sangat dibutuhkan dalam suatu perusahaan. CIM ini juga digunakan agar suatu perusahaan yang mempunyai tujuan dapat terlaksana dengan baik melalui manajemen informasi dari CIM ini. Dari sumber yang saya baca, ada beberapa konsep pokok dalam pelaksanaan CIM, antara lain :

Informasi, yang dimaksud informasi disini adalah informasi yang berhubungan dengan waktu perusahaan dan mutu dari perusahaan itu sendiri.

Konsep organisasi manajemen, yaitu konsep yang dirancang oleh pemimpin perusahaan untuk melaksanakan organisasi yang telah dirancang tentu saja yang merancang yang mengerti ataupun yang bisa mengorganisasi manajemen.

Konsep mengambil keputusan, yang dimaksud disini yaitu manajer bekerja untuk mengambil keputusan dan berusaha menomor satukan  kepentingan perusahaan tersebut.

Nilai keputusan, yaitu informasi dari sebuah perusahaan dapat mengubah suatu keputusan. Maksud disini yaitu dengan adanya suatu informasi maka keputusan perusahaan bisa saja berubah dengan adanya informasi yang falid.
Dari beberapa konsep diatas dapat kita simpulkan bahwa Informasi Manajemen dalam suatu perusahaan sangat penting dan juga kekompakan perusahaan dalam pengambilan keputusan. Dalam pengambilan keputusan juga harus benar-benar dipikirkan terlebih dahhulu agar perusahaan dapat membantu dalam menganalisis pengambilan keputusan dengan benar. Menurut Herbert A. Simon terdapat 3 tahap pokok yang digunakan untuk menunjang dalam pengambilan keputusan :

  • Penyelidikan, manajer dalam perusahaan mempelajari lingkungan berdasarkan kondisi yang diperlukan untuk membuat keputusan. Data yang masih mentah dilakukan pengujian untuk dapat dijadikan sebagai petunjuk yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan
  • Perancangan, manajer dalam perusahaan harus dapat membuat daftar, lalu mengembangkan yang kemudian dilakukan analisis terhadap arah tindakan yang mungkin terjadi. Hal tersebut meliputi beberapa proses untuk dapat memahami persoalan, dapat menghasilkan pemecahan persoalan, dan dapat menguji kelayakan terhadap pemecahan tersebut
  • Pemilihan, manajer dalam perusahaan harus dapat memilih arah tindakan yang dapat dipilih dari semua kemungkinan yang ada. Kemudian pilihan tersebut setelah ditentukan harus dapat dilaksankan pula
Intinya, metode perusahaan seharusnya berdampak baik bagi perusahaan bukan malah memperburuk perusahaan. Maka dari itu perlunya suatu manajemen informasi dalam perusahaan agar perusahaan itu sendiri dapat mengambil langkah untuk memperoleh suatu keputusan dari informasi yang sudah di dapat. Manajemen perusahaan juga perlu di pilih secara adil agar menghasilkan suatu keputusan yang bijaksana dan dapat menjadikan perusahaan menjadi lebih baik. Informasi yang tepat meminimalisasi dan dapat mengurangi resiko yang berdampak buruk bagi perusahaan,  maka harus tepat dalam mencari informasi.


 Sumber : Ariesre

Selasa, 11 Januari 2011

BCD (Business Content Development)


Pembahasan softskill yang saya gunakan yaitu BCD (Business Content Development) yaitu pengembangan bisnis konten. Disini dimaksudkan adalah konten dalam sebuah situs atau web. Sekarang ini banyak pembisnis yang memakai jasa web dan tidak sedikit pula yang rela membayar jasa pembuatan web untuk mendapatkan web yang diinginkan dan untuk menarik pengunjung dan otomatis melihat isi web tersebut. Konten ini yang akan menjawab apakah bisnis tersebut lancar atau tidak. Tidak hanya web, banyak situs-situs blog yang menjual berbagai macam barang dan makanan. Meskipun blog itu sendiri tidak berbayar mereka bisa mendownload template ataupun membuat template blog sendiri, seperti blog saya. Dari sumber yang saya baca, ada berbagai jenis konten yang telah diklarifikasikan, yaitu :


Berdasarkan Multimedia, maksudnya berdasarkan multimedia adalah saat ini jarang sekali pembisnis yang tidak kenal dengan multimedia. Zaman semakin canggih dan multimedia pun gampang di pelajari dimanapun dan kapanpun. Berdasarkan Multi Media ini dibagi menjadi dua bagian, Text-Based Content dan Multimedia-Based Content.


Apa itu Text-Based Content? Dari namanya saja kita sudah tau Text itu artinya ‘tulisan’ atau bisa disebut kata per kata, jadi kontent text ini lebih ringan karena hanya berbentuk tulisan saja. Situs yang hanya berbasis text contohnya saja situs yang khusus menyajikan ilmu dalam bentuk elektronik atau e-book. Sifat text disini menurut saya sedikit monoton, karena pembaca juga pasti menginginkan yang lebih dari sekedar tulisan saja. Bisa-bisa yang membaca pusing duluan jika pas membuka situs kita tulisan semua ^^ Tetapi enaknya berbasis text pengunjung tidak perlu menunggu loading yang lama karena berbasis text lebih ringan.

Apa ity Multimedia-Based Content? Nah, ini yang menjadi pilihan kebanyakan pembisnis. Multimedia disini bisa berupa gambar, musik, video, animasi dan masih banyak lagi. Oleh karena itu mungkin pengunjung lebih tertarik untuk melihatnya karena Multimedia banyak macamnya dan tidak monoton. Tidak enaknya memakai multimedia-Based Content yaitu jika di web tersebut terlalu banyak video, atau foto, atau musik yang berlebihan (atau lebay) mungkin agar banyak yang melihat tetapi tidak segitunya juga karena pada saat pengunjung ingin melihat akan memakan waktu lama untuk loading gambar, video dan musik tersebut.

Berdasarkan Tingkat Kemanfaatan, maksudnya sejauh apa manfaat konten di web atau blog tersebut. Misalnya toko hp, tetapi situs tersebut malah memilih foto baju anak-anak, apakah nyambung? Yang ada pengunjung malah bingung. Hehehe... Tingkat kemanfaatan disini dibagi menjadi 3 macam, yaitu Data, Informasi dan Pengetahuan.

Data ini bisa disebutkan sesuatu yang bermula sebelum adanya informasi, banyak data menjadikan 1 informasi. Dalam suatu konten sangat memerlukan data untuk di olah menjadi informasi.
Informasi, seperti dijelaskan diatas. Informasi berasal dari beberapa data. Informasi ini sendiri bersifat menambah point plus dalam suatu konten jadi pengunjung mengetahu informasi situs tersebut.

Pengetahuan, ini sangat dibutuhkan, apalagi jika situs tersebut seperti situs informasi antara lain wikipedia, ilmukomputer, berita, dan lain-lain.
Kita bisa mengembangkan konten yang kita buat, dengan cara :

Tangkap perhatian pengunjung, maksudnya yaitu suatu konten yang dijuall harus menarik minat pengunjung. Contohnya kita menjual komputer, jika kita hanya menampilkan gambar tanpa menampilkan spesifikasi hardware tidak akan ada pengunjung yang membeli karena itu sama saja membeli kucing dalam karung (ibaratnya). Jadi kita harus menampilkan konten sedetail mungkin dan menarik pengunjung membeli konten kita.

Tulis artikel ringan dan fokus, ini maksudnya kita menggunakan bahasa sehari-hari tetapi sopan. Jangan menulis artikel seperti anak gaul sekarang yang bahasanya gede kecil dan ada huruf di antara huruf-furufnya. Contohnya : tUL154n k4y4 g1n1 b1k1n s4k1T mAt4 kAn? Pastinya malas sekali membacanya kan? Selain itu menjelaskan sesuatu sedetail mungkin tetapi jangan memutar-mutar, langsung to the point saja.

Lakukan perubahan, maksudnya disini adalah proses maintenance, suatu situs harus ada perubahan secara bertahap. Jangan sampai pengunjung yang datang bosan melihat tampilan ataupun dagangan yang itu-itu saja. Pasti pengunjung mengira situs tersebut sudah ditinggalkan oleh admin.

 Sumber : Maureen